Designer Soffa Mayasari before focus on QOTRUN, her work often appear in local magazine, and electronic media and used by Ratih Sanggarwati as an icon one of company in Jogjakarta. Runner Up night dress categories with Army Look, and the same time (The Chance Champion for kebaya modification categories in Bombay textile) in 2001. As the younger members of APPMI Jogja (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) Associate for Industrialist Designer Mode Indonesia in 2003. Now the activities is not QOTRUN only but as a consulate in LPk PADMI Jogjakarta and most of famous boutique in big city in Java.Celah pasar, menegah keatas, kebutuhan shoping, total look, tampilan keselurusan, tren busana, tren muslim, tren busana muslim, desainer busana, desainer muslim, tampilan busana muslim, APPMI, al-fath, annisa, karita, PAPMI, margaria gropu, pusat kasanah muslum, belanja muslim, griya muslim, gaya muslim, gaya muda muslim, gaya islami, pesona muslim, griya muslim, perancang jogja, pengusaha mode, Ane Rufaidah, Tora Imara, Nia Fahira, Evi Umar, Nuniek Mawardi, Limar, Alphiana Chandrajani, Maerry Pramono, Ida Royani, Ida Leman, Iva Latifah, Ernie Kosasih, Kayla, Itang Yunas, Korina, Ferry Soraya, Hannie hananto, Tutik Kausar, Betty Achyar, Kanaya Tabitha, Herman Nuary, Monika Jufry, Savitri, Mia Ridwan, Nia Fahira, Ani Medina Soffa mayasari adalah pengagas ide Qotrun dalam konsep Elegan Without Leving syar`i- Geniun outfiter. Dengan pengalam dan survey yang dilakukannya, bahwa peluang pasar cendrung memilih tingkat sosial yang tinggi atau Qotrun lebih memilih celah pasar menengah keatas yang semakin komsumtif terhadap kebutuhan shoping dalam menentukan pilihan terhadap produk busana pada umumnya dan busana muslim pada khususnya. Maka Qotrun memberanikan diri hadir sebagai busana muslim yang menawarkan penampilan secara menyeluruh ( total look ), dengan mengacu pada keinginan konsumen dan tren saat ini. Desain dan produk Qotrun selalu dikerjakan secara rapi, teliti dalam setiap detail dalam pengawasan desainer yang didukung para tenaga ahli busana muslim yang memiliki pengalaman lebih dari lima tahun. Profil Perusahaan QOTRUN hadir untuk menawarkan produk busana muslim/muslimah yang diharapkan menjadi salah satu pilihan busana umat muslim. Sehingga bisa memberikan tampilan yang anggun, feminin, eksklusif, dan elegan namun tetap syar’i. QOTRUN dalam setiap desainnya selalu memikat dan memberikan hasil garapan yang rapi pada tiap detailnya. Selain itu, QOTRUN juga memperhatikan kenyamanan dalam pemilihan bahan dan materialnya serta selalu up to date dengan tren mode terkini untuk pangsa pasar mulai usia 20 hingga 55tahun. Soffa Mayasari adalah desainer QOTRUN dengan segudang prestasi, antara lain Juara Harapan III Kategori Kebaya Modifikasi di Bombay Textil pada tahun 2002 dan lulusan terbaik II dengan tema Busana Malam PAPMI Yogyakarta di tahun 2001. Pada tahun 2003, ia tercatat sebagai anggota yunior APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia). Sejak itu, karya-karyanya banyak diminati masyarakat Yogyakarta, Semarang, Jakarta, dan sekitarnya. Maka tidak heran lagi jika hasil karyannya banyak diekspos di beberapa media cetak dan elektronik, baik skala lokal maupun nasional. Beberapa busana muslim yang dirancangnya dipakai oleh Ratih Sanggarwati untuk ikon salah satu rumah mode busana muslim di Jogja. Prestasi-prestasinya yang mengangumkan sebagai desainer muda Yogyakarta telah mengantarkannya sebagai desainer busana muslim berbakat seperti sekarang. Berpijak dari pengalaman tersebut, Soffa Mayasari memfokuskan diri pada rancangan busana muslim dan mencoba untuk memberikan yang terbaik dalam menghasilkan produk dan layanan kepada semua mitra usaha agar bisa memberikan manfaat yang besar. Dengan QOTRUN, Soffa Mayasari bertekad menyajikan busana yang muslim yang berkualitas. Visi dan Misi Menjadikan QOTRUN sebagai ruang kreasi untuk menampilkan busana yang berkualitas, inovatif, dan bercitra tinggi dalam penyediaan busana muslim dan perlengkapan penunjang ibadah bagi umat muslim.
Tentang desainer Sebelum memfokuskan pada Qotrun Soffa mayasari memiliki pendidikan yang berbasis fashion desingner di LPK PAPMI ( Perkumpulan Asosiasi Perancang Mode Indonesia) di Jogjakarta kemudia bekerja disebuah perusahaan dengan nama Margaria Group salah satu groupnya bergerak dalam perusahaan konveksi busana muslim adalah toko Al-fath ( Pusat khasana muslim) Jogjakarata , Al-fath ( Pusat khasana muslim) rawamangun di Jakarta, Al-fath (Pusat khasana muslim) Solo, Al-fath ( Pusat khasana muslim) Depok , Al-fath ( Pusat khasana muslim) Semarang, Al-fath ( khasana muslim) Bintaro di jakarta, toko Annisa (Griya Muslim ) di Jogjakatra , toko Karita (Gaya muda muslim) di Jogjakarta dan Margatia batik ( cipta citra batik nan eksklusif ) di Jogjakarta sebagai desainer tetap selama dua setengah tahu. kemudian kerjasama sebagi desainer Freelanc diambil sebagai langkah untuk memperluas pengetahuan dalam bidang pemasaran di suatu universitas dijogjakatra. Adapun bebagai pengharagaan dan pengalamana dalam bidang fashion terbukti dengan Karyannya sering muncul dalam media cetak maupun media elketronik lokal juga nasional sebagai desainer, pernah dipercaya mendesain busana muslim untuk Icon sebuah perusahaan konveksi busana muslim dijogja dengan mantan model tahu delapan puluhan yaitu Ratih Sanggarwati, selama satu setengah tahun . Prestasi lain yang ditorehkan selama berkarya merupaka juara harapan tiga untuk kategori busana kebaya moderen yang diselenggarakan oleh toko Bombay teksti jogja, dengan 1000 orang pesertanya dari jakarta, bandung, semarang, surabaya, solo dan jogjakarta Indonesia. Kemudian pada kesempatan yang sama saat menenpuh pendidikan sebagai lulusan terbaik kedua untuk kategori busana malam dengan tema Army Look yang bekerja sama dengan hotel Ina Garuda tahun 2001 yang diraihnya. Dan pada tahun 2003 menjadi anggota junior APPMI (Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia) cabang Jogja hingga sekarang. . Qotrun Boutique sell Busana, baju, sajadah, pecis, Muslim, Kebaya, Payet, Fashion, Butik, Wanita, Busana Wanita muslim, kerudung, jilbab, baju kurong, baju koko, kebaya, busana islam, busana santri, busana muslim, busana kerja muslim, busana pengantin muslim, Pakaian Muslim, Pakain Pria Muslim, bordir, Koleksi terbaru, blus kerja, blus santai, blus lengan pendek, blus lengan panjang, blus muslim, busana muslim, fasion trend, konsultasi desain busana mulsim, fashion design perancang busana motif Desain tekstil, kaliwungu kota santri clothes,clothing,clothings, cloths, dress, islamic clothing, Islamic clothes, Islamic apparel, islamic women, Muslim clothing, muslim clothes, muslim apparel, Women’s Islamic clothing, Women’s islamic clothes, Women’s islamic apparel, Women’s muslim clothing, women’s muslim clothes, Muslim Urban clothing, Muslim Gear, Muslim Wear, Women’s muslim apparel, Islam wear, islamic wear, Hijab, baju, muslim, muslimah, islam, cloth, wear, jilbab, abayas, head gear, syria, syrian, shopping, wedding dress, moslem working dress, ihraam, prayer garment,men’s kurta, shalwar kameez, rahman imports, kufi, jalabiya, muslim garment, style muslim women, muslim, muslim outfit, outfit, muslim stores, islamic dress, islamic hijab, mainstream fashion, gnl, gnlusa, apparel, muslim apparel, muslim casual wear, muslim evening wear, muslim boutique, islamic boutique, boutique, muslim dress, blazer, duster, skirts, muslim vest, vest, niqab,buy islamic clothing, buy abaya, khimar,buy niqab, islamic fashion, plus size islamic clothing, niqabs, hijabs, abayas, khimars, jilbabs, custom abaya, black niqab prayer dress. Islamic Clothing comply Muslim dress code. NEWS Al Fath Seriusi Desain Batik SEMARANG - Semarang memang kota paling sulit! Komentar bernada keluhan itu dikemukakan oleh Dyah Suminar, pemilik gerai busana muslim Al Fath. Wanita cantik itu mengaku gemas pada selera mode konsumen Ibu Kota Provinsi Jateng yang ketinggalan jauh dari kota lain, misalnya Yogyakarta. Itulah yang membuat nyali bisnisnya terus tertantang untuk menaklukkan Kota Lumpia. Gara-gara hasrat mengikuti rasa penasaran itu Al Fath akhirnya justru berkembang di kota yang kerap dinilai kaku terhadap fashion tersebut. Sejak Sabtu 30 Oktober luas gerainya mekar dari 72m2 menjadi 144 m2 dua lantai. “Perluasan ini untuk memenuhi permintaan busana muslim yang terus meningkat,” ujar Dyah Suminar. Didampingi Public Communicator Suryo Hadihandoyo dan Manager Al Fath Semarang Zulaikhah Mercyarumdani ia meresmikan gerai barunya di Mal Ciputra pada buka puasa bersama tukang parkir dan karyawan, Sabtu lalu. Tiap tahun permintaan busana muslim di gerai itu naik rata-rata 17%-20%. Khusus Ramadan kali ini omzet penjualan busana dan perlengkapan muslim lainnya meningkat 80%-90% dari hari biasa. Jumlah itu menunjukkan minat yang cukup bagus. Selain busana muslimah yang didesain khusus oleh tiga perancang Al Fath, yakni Dyah Suminar sendiri, Soffa Mayasari, dan Dandy T Hidayat, waralaba itu menyajikan produk makanan khas Arab, antara lain Arab Asyifa, kurma, makanan kecil Tamreco, dan roti Mammol dari Arab Saudi yang disajikan dengan saus kurma. “Semua produk ini hanya untuk menunjukkan Al Fath tidak hanya menjual busana, tetapi juga jenis produk lain,” jelas Dyah. Untuk menonjolkan karya lokal, Al Fath berniat serius menekuni desain batik. Keinginan mengemas kain khas Jawa itu terinspirasi oleh kenyataan sangat jarang gerai dan butik yang memproduksi busana muslim berbahan dasar batik. “Minimal satu tahun ke depan mudah-mudahan kami sudah bisa dikenal sebagai penyedia busana muslim, termasuk dari batik,” ujarnya. Tak mengenal strategi diskon, anak perusahaan Margaria Group yang berpusat di Yogyakarta itu lebih berkonsentrasi pada kualitas produk dan layanan. Gerai itu juga membuka layanan retur atau penukaran produk yang tidak cocok ukurannya. Selain Semarang, Al Fath dibuka di beberapa kota, yakni Yogyakarta, Solo, Jakarta, Tangerang, dan Depok. Di gerai Semarang pihaknya menyediakan lantai 3 sebagai mushala untuk para pembeli yang ingin menunaikan ibadah shalat. (rei-53) FASHION LUNCHEON APPMI-SANTIKA, 26 JUNI 2004 Kharisma Tradisi Yogya TIGA bulan cukup lama untuk menahan kerinduan. Apalagi bila kerinduan itu pada event cantik seperti Fashion & Luncheon (FL) yang sejak tahun lalu digelar secara reguler tiga bulan sekali. Sabtu siang, 26 Juni 2004, fashion floor show karya para desainer APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia) kembali digelar Hotel Santika Yogya. Kali ini diikuti 15 perancang busana. Antaralain Afif Syakur, Amin Hendra Wijaya, Boyonz Ilyas, Dandy T Hidayat, Christy, Indraty Setyawan, Lia Mustafa, Luki Fajarianti, Manik Puspito, Michael Taruntum, Ninik Dharmawan, Ramadhani Abdulkadir, Soffa Mayasari, Sumarmi Arimbi dan Tomy Tri Wahyudi. Setiap perancang akan mengedepankan lima karya terbaru mereka dengan mengusung ciri khas masing-masing. Nuansa etnik tampaknya bakal dominan. Entah itu dalam bentuk motif kain, garis rancang maupun aksesoris pendukungnya. Sebab, untuk event kali ini penyelenggara mengangkat tema ‘Kharisma Tradisi Yogya’. Diharapkan, setelah FL ini terbit gairah baru untuk lebih mendongkrak kreativitas desainer dalam berkarya. Setidaknya, karena FL kali diselenggarakan pasca pergelaran akbar ‘Bali Fashion Week’ (BFW) V, dimana beberapa perancang dan insan mode Yogya terlibat di dalamnya. Tema yang dipilih pun rasanya tak jauh dari apa yang diangkat pada BFW. Untuk menyemarakkan acara, Hotel Santika Yogya berusaha membuat kemasan acara semenarik mungkin. Menurut Erma Wheni Hertuti, public relation Santika Yogya, pihaknya berhasil merangkul sejumlah sponsor. Mereka bersedia membagi-bagikan door prize buat pengunjung. Misalnya tiket pp Yogya-Jakarta dari Mediatour and Travel dan menginap di Hotel Santika Jakarta. Juga komplimentari menginap di Santika Surabaya, Cirebon dan Semarang. “Kami juga menggelar bazaar karya desainer yang berpartisipasi, Sariayu dan Prama Fashion Bag. Seperti biasa, FL digelar di Pandan Sari Room, mulai jam 11.30. Tiketnya nggak mahal, cuma Rp 69 ribu” papar Wheni sembari berharap FL kali ini bisa menjadi ajang temu perancang dan pecinta mode dalam suasana yang lebih familiar.


batik modern
   
muslim fashion designer
  QOTRUN hadir untuk menawarkan produk busana muslim/muslimah yang diharapkan menjadi salah satu pilihan busana umat muslim. Sehingga bisa memberikan tampilan yang anggun, feminin, eksklusif, dan elegan namun tetap syar’i. QOTRUN dalam setiap desainnya selalu memikat dan memberikan hasil garapan yang rapi pada tiap detailnya. Selain itu, QOTRUN juga memperhatikan kenyamanan dalam pemilihan bahan dan materialnya serta selalu up to date dengan tren mode terkini untuk pangsa pasar mulai usia 25 hingga 45 tahun.
  Disainer

Soffa Mayasari
 
mukena  
  PROFILE  |  NEW ARRIVALS   PRODUCTS  |  CONTACT